Kembali ke Profil Proyek
Aktif • 2026

Pertanian lahan gambut tanpa bakar oleh masyarakat

Depok
Luas: 1000
Anggaran: 1000
Pertanian lahan gambut tanpa bakar oleh masyarakat

Ringkasan Proyek

Kebakaran hutan dan lahan terjadi hampir setiap tahun di Provinsi Riau yang mengakibatkan lahan gambut habis terbakar. Dampak dari kebakaran tersebut sangat besar yaitu berupa kerugian ekonomi, masalah kesehatan dan kerusakan lingkungan. Provinsi Riau sendiri merupakan provinsi dengan lahan gambut terluas di Pulau Sumatera, sekitar 4 juta hektar atau 56% dari total luas lahan gambut di Sumatera. Sebagian besar lanskap Giam Siak Kecil- Bukit Batu serta Pulau Bengkalis adalah lahan gambut yang terdrainase sehingga kondisinya sangat rentan terhadap kebakaran lahan dan hutan jika ada pemicu aktivitas pembakaran di lahan gambut, salah satunya aktivitas pertanian.

Latar Belakang & Deskripsi

Kebakaran hutan dan lahan terjadi hampir setiap tahun di Provinsi Riau yang mengakibatkan lahan gambut habis terbakar. Dampak dari kebakaran tersebut sangat besar yaitu berupa kerugian ekonomi, masalah kesehatan dan kerusakan lingkungan. Provinsi Riau sendiri merupakan provinsi dengan lahan gambut terluas di Pulau Sumatera, sekitar 4 juta hektar atau 56% dari total luas lahan gambut di Sumatera. Sebagian besar lanskap Giam Siak Kecil- Bukit Batu serta Pulau Bengkalis adalah lahan gambut yang terdrainase sehingga kondisinya sangat rentan terhadap kebakaran lahan dan hutan jika ada pemicu aktivitas pembakaran di lahan gambut, salah satunya aktivitas pertanian. Yayasan Gambut, dengan dukungan pendanaan dari Global Environment Centre (GEC) mencoba mengidentifikasi praktik-praktik pertanian tanpa bakar di lahan gambut oleh masyarakat, serta menganalisa nilai ekonomis dari setiap usaha pertanian yang teridentifikasi di desa-desa yang berada di lanskap Giam Siak Kecil dan Pulau Bengkalis. Buku ini menjelaskan tentang budidaya pertanian berbagai jenis tananaman dilahan gambut, baik tanaman hortikultura maupun tanaman perkebunan, yang dilakukan oleh masyarakat desa tanpa membakar serta analisis usaha masing-masing komoditi pertanian yang dilakukan oleh masyarakat. Buku ini juga memberikan informasi tentang regulasi terkait larangan membakar dan para pihak yang pernah mendukung pengelolaan lahan gambut berkelanjutan. Buku ini diharapkan bisa menjadi sumber referensi bagi para petani dan pihak lain yang berkaitan dengan pengelolaan lahan gambut oleh masyarakat, serta peningkatan kesadaran akan dampak kebakaran. Selain itu, buku ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi dan masukan bagi upaya-upaya peningkatan ekonomi masyarakat di bidang pertanian lahan gambut yang berkelanjutan.

Proyek Lainnya

Desa A
Aktif
Kalimantan Tengah 2023 • 450,000 Ha

Desa A

Program restorasi ekosistem gambut terpadu di Provinsi Kalimantan Tengah melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan.

Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan Riau
Aktif
Riau 2022 • 320,000 Ha

Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan Riau

Pengelolaan lahan gambut di Provinsi Riau dengan pendekatan partisipatif melibatkan masyarakat adat dan petani.

Konservasi dan Pemanfaatan Gambut Sumatera Selatan
Selesai
Sumatera Selatan 2021 • 280,000 Ha

Konservasi dan Pemanfaatan Gambut Sumatera Selatan

Program konservasi gambut yang berhasil meningkatkan tutupan vegetasi dan mengurangi emisi gas rumah kaca.